Menu Tutup

Inflasi di Indonesia Capai 3,69%, Tertinggi dalam 6 Tahun

Inflasi

fivepoundfootballclub.com – Inflasi Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa inflasi di Indonesia pada bulan Juli 2023 mencapai 3,69%. Angka ini merupakan yang tertinggi dalam kurun waktu 6 tahun terakhir, yaitu sejak Juli 2017.

Penyebab utama kenaikan inflasi di Indonesia adalah kenaikan harga pangan. Harga pangan, seperti beras, telur ayam, dan daging ayam, naik masing-masing sebesar 1,47%, 3,84%, dan 5,63%. Kenaikan harga pangan ini di sebabkan oleh berbagai faktor, seperti faktor cuaca, perang Rusia-Ukraina, dan tingginya permintaan.

Selain kenaikan harga pangan, kenaikan harga energi juga turut berkontribusi terhadap inflasi. Harga BBM, listrik, dan gas naik masing-masing sebesar 3,55%, 1,69%, dan 2,66%. Kenaikan harga energi ini di sebabkan oleh kenaikan harga minyak mentah dunia.

Kenaikan inflasi tentu saja akan berdampak pada daya beli masyarakat. Masyarakat harus mengeluarkan lebih banyak uang untuk membeli kebutuhan pokok. Pemerintah telah mengambil berbagai langkah untuk mengendalikan inflasi, seperti menjaga pasokan pangan, meningkatkan produksi pangan, dan mengendalikan harga BBM.

Berikut adalah beberapa langkah yang telah di ambil oleh pemerintah untuk mengendalikan inflasi:
  • Menerapkan kebijakan stabilisasi harga pangan

Menerapkan kebijakan stabilisasi harga pangan dengan memberikan subsidi dan bantuan kepada petani dan pedagang. Pemerintah juga melakukan operasi pasar untuk menjaga ketersediaan pangan di pasaran.

  • Meningkatkan produksi pangan

Meningkatkan produksi pangan dengan memberikan bantuan kepada petani untuk meningkatkan produktivitas. Pemerintah juga mendorong pengembangan pertanian modern untuk meningkatkan efisiensi produksi.

  • Mengendalikan harga BBM

Mengontrol harga BBM dengan subsidi dan kompensasi kepada Pertamina. Pemerintah juga mendorong peningkatan produksi BBM dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Berharap bahwa langkah-langkah yang telah di ambil ini dapat mengendalikan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat.

Dampak Inflasi Terhadap Masyarakat

Kenaikan inflasi tentu saja akan berdampak pada masyarakat, terutama masyarakat berpenghasilan rendah. Masyarakat harus mengeluarkan lebih banyak uang untuk membeli kebutuhan pokok, seperti pangan, energi, dan transportasi.

Berikut adalah beberapa dampak terhadap masyarakat:
  • Penurunan daya beli

Kenaikan inflasi menyebabkan daya beli masyarakat menurun. Hal ini karena masyarakat harus mengeluarkan lebih banyak uang untuk membeli kebutuhan pokok.

  • Peningkatan biaya hidup

Kenaikan inflasi juga menyebabkan biaya hidup masyarakat meningkat. Hal ini karena harga barang dan jasa naik.

  • Ketidakstabilan ekonomi

Kenaikan yang tinggi dapat menyebabkan ketidakstabilan ekonomi. Hal ini karena yang tinggi dapat menghambat pertumbuhan ekonomi.

Tips untuk Menghadapinya

Ada beberapa tips yang dapat di lakukan oleh masyarakat untuk menghadapi, yaitu:

  • Menyesuaikan anggaran

Pribumi perlu mengurangi pengeluaran yang tidak penting dan memprioritaskan pengeluaran untuk kebutuhan pokok.

  • Menabung

Masyarakat perlu menabung untuk menghadapi kenaikan harga di masa depan. Tabungan dapat di gunakan untuk membeli kebutuhan pokok jika harga naik di masa depan.

  • Investasi

Masyarakat juga dapat berinvestasi untuk menghadapinya. Investasi dapat memberikan keuntungan yang dapat di gunakan untuk menutupi kenaikan harga.

Pemerintah dan masyarakat perlu bekerja sama untuk mengendalikan dan menjaga daya beli masyarakat.